KHUTBAH JUMA’AT
MENEGUHKAN KEMBALI KEISTIQOMAHAN KITA

Kaum muslimin jamaah sholat jum’at rohimakumullah,
Bersyukur kita kepadaAllah SWT atas seluruh nikmat yang
masih terus kita rasakan sampai detik ini, nikmat sehat, nikmat kesempatan,
nikmat kekuatan, nikmat rizki dan terutama nikmat iman islam yang masih
bersemayam di dalam dada kita. Kemudian tak lupa marilah senantiasa kita
bersholawat kepada Rosulullah SAW, seorang tauladan yang telah Allah tunjukukan
kepada kita untuk kita ikuti, semoga kita mendapatkan syafaatnya kelak. Amin ya
Robbal alamin.
Selanjutnya khotib berwasiat kepada diri khotib dan jamaah sekalian,
untuk senantiasa bertakwa kepada Allah SWT dengan takwa yang sebenar-benarnya
takwa, dengan ketulusan yang dalam dari kesadaran dan nurani kita.
Hadirin jamaah jum’at rohmakumullah
Rosulullah SAW bersabda kepada salah seorang sahabat yang
meminta kepada beliau sebuah nasehat. Hadits ini dapat ditemukan dalam kumpulan
hadits ‘arbain imam an-nawawi, yang diriwayatkan oleh Muslim. Yakni :
Artinya :
“Abu Amr, -ada juga yang mengatakan- : Abu ‘Amrah, Sufyan bin Abdillah
Ats
Tsaqofi radhiallahuanhu dia berkata, saya berkata : Wahai Rasulullah
shollallohu ‘alaihi wa
sallam, katakan kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang tidak
saya tanyakan
kepada seorangpun selainmu. Beliau bersabda: Katakanlah: saya beriman
kepada Allah,
kemudian berpegang
teguhlah . (Riwayat Muslim).
Hadirin jamaah
sholat jum’at rohimakumullah
Dengan hadits ini,
yakni sabda Rosulullah SAW “Amantu billah
t sumastaqim” tersebut, kita dapat
mengetahui bahwa istiqomah itu sangat penting sekali kedudukannya. Rosulullah
SAW menyebutnya seiring dengan penyebutan keimanan kepada Allah SWT, bahkan
keimanan itu perlu diiringi oleh ke-istiqomahan.
Iman , sebuah
keyakinan pernyataan ketundukan kita kepada Allah SWT atas segala kehendak-Nya
kepada kita dalam hidup di dunia ini. Ketundukan atas segala
perintah-perintah-Nya yang harus kita lakukan dengan ikhlas, ketundukan atas
pengekangan diri kita dari hal-hal yang menjadi larangan-Nya. Kita perteguh
keimanan itu di dalam hati, lisan dan amal perbuatan, kemudia kita kuatkan
dengan ke-istiqomahan untuk selalu dalam keimanan dan ketundukan itu.
Jamaah jum’at
rohiakumullah, keimanan tanpa ke-istiqomahan sama saja seperti kebohongan atas
keimanan itu, keimanan tanpa keistiqomahan hanya sekedar pernyataan keyakinan
dalam benak lisan dan hati kita tanpa amal dan pembuktian atas keimanan itu.
Sehingga ke-imanan itu perlu sekali disertai ke-istiqomahan didalamnya.
Jika kita bebicara
tentang istiqomah, maka kita dapatkan pengertian Istiqomah yaitu berpegang
teguh, selalu dalam konsistensi terhadap sesuatu hal. Dan dalam hal ini (yakni
dalam konteks ke-imanan) istiqomah adalah berpegang teguh, konsistensi dalam keyakinan
kita kepada Allah SWT , Konsisten dalam ketundukan kita kepada Allah SWT. Namun
pertnyaannya kemudian adalah ‘bagaimanakah agar kita bisa senantiasa
istiqomah?’
Lebih lanjut silahkan di download di sini
Ma'raji :
Al-Qur'anul Karim berserta artinya, Syaamil, 2005
Sarah Hadits Arba'in An-Nawawiyah.
Amru Khalid, Ibadah Sepenuh Hati.
Meneguhkan Kembali Ke-Istiqomahan Kita
Reviewed by Beni Sumarlin
on
14.48.00
Rating:
Reviewed by Beni Sumarlin
on
14.48.00
Rating:
Tidak ada komentar: