Jika penguasa tak lagi mampu membeda
Urusan pribadi dan rakyatnya
Gunakan fasitilas negara untuk keluarganya
Kerahkan pejabat bawahanya
Selenggarakan segala keperluan dan hajatnya
Mengundang kolega dan rekan-rekannya
Apa mau dikata?
Menggempita hingarkan suasana
Jalan-jalan semerbak penuh pesona
Gapura dihias cantik berrenda
Membuat berdecak lagi terpana
Ini pesta keluarga penguasa
Seolah acara pesta seluruh rakyatnya
Seorang kakek kerlingkan mata
Sambil mendorong gerobak rongsoknya
Melewati gapuran indah berenda
Panas terik tak dihiraukanya
Mengais sisa plastik bagian rizkinya
Iapun turut berpesta
Pesta sisa plastik barang rongsoknya.
Senyum pahit menghias bibirnya
Pecah dan perih sudah biasa
Kering dan kasar menjadi bagianya
Ia tak mampu berkata
Menunggu sisa yang tertinggal dari pesta pora
Ribuan amplop harus diperiksa
Jangan sampai ada bernilai lebih sejuta
Agar tak menyeret masuk penjara
Pesta keluarga penguasa
Bisa berubah jadi petaka
Jika orang manfaatkan suasana
Untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya
Mengapa berbuat begitu rupa?
Buka peluang manusia berbuat nista.
dimana tauladan Sang Al Faruq tegas dan bijaksana?
Yang matikan lampu saat berbincang dengan putranya
Tersebab lampu minyak milik negara
Sedang perbincangan tak menyangkut soal rakyatnya
Ingatlah wahai penguasa
Kelak tanggungjawab amalmu akan diminta
Kau gunakan segala wewenang dan amanah untuk apa
Semoga kebaikan menyertaimu
Dan bimbingan-Nya meliputimu
Hati-hatilah menggunakan kedudukanmu.
---------
*catatan ringkas
[Sajak] Nasehat Pesta Keluarga Penguasa
Reviewed by Beni Sumarlin
on
08.21.00
Rating:
Reviewed by Beni Sumarlin
on
08.21.00
Rating:

Tidak ada komentar: